Tuesday, November 1, 2011

The Power of Istirja’






Lama betul tak jengah blog.  Entry yang lepas pun lepas taip, tak sempat nak upload.  Macam nak tukar nama blog kepada the 15 minutes note la pulak....Hari ni, saya terbaca tentang tafsir surah al-baqarah, ayat 155-157.

Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.  Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mengucapkan “innalillah hi wa inna ilaihi rajiun”.  Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Selama ni ingatkan baca kalimah tu untuk orang mati saja.  Rupanya patut dibaca bila menerima segala musibah.  SubhanaAllah, powernya kalimah istirja’ yang bermaksud, “sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepadaNyalah kita akan kembali.”  Kata Ibnu Katsir, golongan yang sabar adalah mereka yang bila diuji, dengan penuh redha dan menerima ujian tersebut dan menghiburkan hati mereka dengan kalimah istirja’.  Mereka mengakui kekuasaan Allah atas segalanya, segala harta dan jiwa adalah dalam genggaman Allah, mereka merelakan apabila Allah mengambil semula apa yang dipinjamkan buat seketika.  Malah mereka mengakui diri mereka sendiri pun akan kembali kepada Ilahi Rabbi.

Dan selanjutnya Ibnu Katsir mengemukakan hadis Baginda Rasul yang menerangkan hebatnya mereka yang redha menerima segala cubaan Allah dengan mengakui segalanya dari Allah dan kepada Allah semuanya akan dikembalikan.  Menurut hadis Baginda Rasul, “Tidak sekali-kali seorang Muslim yang ditimpa sesuatu musibah, lalu ia membaca istirja’ ketika musibah menimpanya, kemudian mengucapkan, “Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah buatku sesuatu yang lebih baik daripadanya”, melainkan akan diperlakukan kepadanya apa yang diminta itu.”

Satu hadis qudsi, tentang kelebihan istirja’,

Allah berfirman, “Wahai malaikat maut, engkau telah mencabut nyawa anak hambaKu, engkau telah mencabut nyawa penyejuk mata dan buah hatinya”.  Malaikat maut menjawab, “Ya.”  Allah bertanya, “Lalu, apa yang dia lakukan?”  Malaikat maut menjawab, “Dia memuji dan beristijra’ kepadaMu.”  Allah berfirman, “Bangunkanlah buatnya sebuah gedung di dalam syurga dan namakanlah gedung itu dengan sebutan Baitul Hamdi.”

Betapa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.  Bila diberikan ujian dan dugaan, sekiranya ia dihadapi dengan kesabaran, maka Allah akan iringkan dengan ganjaran yang amat indah.  Bak kata muda mudi hari ni, Allah hilangkan matahari sebab Allah nak bagi pelangi.  Teringat saya pada hadis Baginda Rasul yang lebih kurang bermaksud, Barangsiapa yang Allah mengkehendaki kebaikan baginya, Allah akan mengujinya.

Bila baca ayat-ayat macam ni, rasa sejuk jiwa dan lapang minda.  Yang paling penting, ayat ni menegaskan Allah memang akan turunkan cubaan dan ujian.  Cuma kena sabar dengan ujian Allah sebab Allah dah kata hanya mereka yang menyerah, yang mengakui kekuasaan Allah dan mengakui segalanya akan kembali kepada Allah, akan mendapat rahmat dan nikmat yang sempurna dari ujian yang diberikan.  So, bila Allah uji ertinya Allah nak berikan rahmat dan barakah cuma prasyaratnya, kena sabar banyak-banyak.

Ergh…takut pulak baca ayat ni sebab cakap memang senang tapi kalau berada dalam keadaan diuji tu, baru tahu tinggi rendahnya langit.  Apapun, macam teori kewangan, the higher the risk, the greater the gain.  Lebih tinggi risiko (ujian), lebih besar ujian dan penderitaan, lebih besarlah ganjaran.

Semoga Allah kurniakan saya keupayaan untuk sabar seandainya ditakdirkan ada ujian yang menimpa.  Sejujurnya, saya takut setelah membaca ayat ni…entah apa agaknya rahsia Allah mengirimkan bicara ini pada saya ya…

No comments:

Post a Comment